DBSK - Rumor
Minggu, 15 Mei 2011
Diposting oleh
Dwi Wuri Mud'mainah
di
21.23
0
komentar
Label: DBSK, Keep Your Head Down Album Lyrics, Lyrics
DBSK - Honey Funny Bunny
meomchujima eoseo naege dagawa kkok nuneul gama jwo (Oh Slow Down)
malhajima jogeumman deo gidaryeo tteollineun soneul dallae jwo (Oh-oh-U-wow)
chokochip kukiboda chokchokhan nae mameuro nogyeo julge maswimellou chokollitboda Oh my luv
aroma hyanggiboda deo jinhan nae mameuro nogyeo julge ireon naui mameul bada jwo (badajwo) algesseo
Honey Funny Bunny dalkomhan hyanggicheoreom budeureopge day by day-yeah-e day-yeah-e
Honey Funny Bunny tteugeoun bulkkoccheoreom jinhan cheot kiseucheoreom wow-wow wow-wow
*Honey Honey Honey Honey neomu dalkomhae Funny Funny Funny Funny neomu sangkeumhae
Bunny Bunny Bunny Bunny oh baby eonjena geudae pume angyeo kkumeul kkugo sipeoyo
o nunbusyeo chyeodabol su eobtjanha neomu areumdawo (yo so fine)
tto seolleyeo jameul jal su eobtjanha dugeundugeun nal jom dallae jwo (oh-oh-u-wow)
nae bore seuchyeoganeun budeureoun geu ipsul na eotteokhae gatgo sipeo eoseo neo naege wajullae
aetage bara boneun aigateun geu nunbiche eoneusae ppajyeobeorin naneun eotteokhae (eotteokhae) algesseo
*Honey Honey Honey Honey neomu dalkomhae Funny Funny Funny Funny neomu sangkeumhae
Bunny Bunny Bunny Bunny oh baby eonjena geudae pume angyeo kkumeul kkugo sipeoyo
(mollae mollae) neol wihae (norae norae) bulleo jullae
(orae orae) nae modeun sarangeul jullae (deureobwabwa) teojil deutan
(nareulbwabwa) nareulbwabwa (dagawabwa) dagawa haneul wiro geudael ango nara
*Honey Honey Honey Honey neomu dalkomhae Funny Funny Funny Funny neomu sangkeumhae
Bunny Bunny Bunny Bunny oh baby eonjena geudae pume angyeo kkumeul kkugo sipeoyo
Diposting oleh
Dwi Wuri Mud'mainah
di
21.20
0
komentar
Label: DBSK, Keep Your Head Down Album Lyrics, Lyrics
DBSK - Crazy
(I-know) nega jikseoljeogin geo modu nae bangsigin geo igeon naega chaegimjyeo
(U-know) naneun nega joheun geol naege neon only girl yaegil han beon deureobwa
meoriga eojireowo jameul mot jan geotcheoreom neol majuchil ttaemyeon (Girl You are fabulous)
seupgwancheoreom maeil masin Coffee ttaemunilkka simjang teojil geot gata
*So crazy neon neomuna wanbyeokhae eotteokhae nunbusyeo neon nae maeumeul nogyeojwo Yeah Yeah Yeah Yeah
Excuse me ganjeolhi neoreul wonhae ireoke baby nae maeumeul badajwo Yeah Yeah Baby
But You eotteon iyureul dael su eobsi neon neomu wanbyeokhae
machi jojong danghadeut meori sogen ne saenggakppun
wonhaneun geonda nan nege jugodo akkapji anheun neon My Only Girl
je meotdaero noneun nae mameul eotteokhaji neol majuchil ttaemyeon (Girl You are fabulous)
heeonal su eomneun deutan choemyeone geollin deusi neoman bomyeon hal mareul irchi yeah
*So crazy neon neomuna wanbyeokhae eotteokhae nunbusyeo neon nae maeumeul nogyeojwo Yeah Yeah Yeah Yeah
Excuse me ganjeolhi neoreul wonhae ireoke baby nae maeumeul badajwo Yeah Yeah Baby
My baby..so crazy..you’re my baby (2x)
*So crazy neon neomuna wanbyeokhae eotteokhae nunbusyeo neon nae maeumeul nogyeojwo Yeah Yeah Yeah Yeah
Excuse me ganjeolhi neoreul wonhae ireoke baby nae maeumeul badajwo Yeah Yeah Baby
So crazy nae modeun geol da julge My baby nal mideo ije maeumeul yeoreojwo Yeah Yeah Yeah Yeah
Excuse me nan pogihal jul molla ireoke Baby nae mameul badajwo
Diposting oleh
Dwi Wuri Mud'mainah
di
21.19
0
komentar
Label: DBSK, Keep Your Head Down Album Lyrics, Lyrics
DBSK - Maximum
Diposting oleh
Dwi Wuri Mud'mainah
di
21.18
0
komentar
Label: DBSK, Keep Your Head Down Album Lyrics, Lyrics
DBSK - How Can I
Diposting oleh
Dwi Wuri Mud'mainah
di
21.17
0
komentar
Label: DBSK, Keep Your Head Down Album Lyrics, Lyrics
DBSK - Why (Keep Your Head Down)
Diposting oleh
Dwi Wuri Mud'mainah
di
21.16
0
komentar
Label: DBSK, Keep Your Head Down Album Lyrics, Lyrics
Zaman Batu
Zaman batu tua (Paleolitikum) Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri. Zaman batu tua bias disebut paleozoikum. Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tersebut adalah :
• Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut "Chopper" (alat penetak/pemotong)
• Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi
• Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk : berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan. Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi :
• Kebudayaan Pacitan
• Kebudayaan Ngandong
Manusia pendukung kebudayaan
Pacitanv : Pithecanthropus dan
Ngandongv : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.
Ciri-ciri Zaman Paleolitikum adalah :
1. Jenis Manusia
Berdasarkan penemuan fosil manusia purba, jenis manusia purba hidup pada zaman Paleolitikum adalah Pithecanthropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus paleojavanicus, dan Homo Soliensis. Fosil ini ditemukan di aliran sungai Bengawan Solo.
2. Kebudayaan
a. Kebudayaan Pacitan
Pada tahun 1935, von Koenigswald menemukan alat batu dan kapak genggam di daerah Pacitan.Kapak genggam itu berbentuk kapak,tetapi tidak bertangkai. Kapak ini masih dikerjakan dengan sangat kasar dan belum dihaluskan.
Para ahli menyebutkan bahwa kapak itu adalah kapak penetak.Selain di Pacitan alat-alat banyak ditemukan di Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatera Utara)
b. Kebudayaan Ngandong
Para ahli berhasil menemukan alat-alat dari tulang,kapak genggam, alat penusuk dari tanduk rusa dan ujung tombak bergigi di daerah Ngandong dan Sidoarjo.
Selain itu di dekat Sangiran ditemukan alat sangat kecil dari betuan yang amat indah. Alat ini dinamakan Serbih Pilah, dan banyak ditemukan di Cabbenge (Sulawesi Selatan) yang terbuat dari batu-batu indah seperti kalsedon.
Kebudayaan Ngandong juga didukung oleh penemuan lukisan pada dinding goa seperti lukisan tapak tangan berwarna merah dan babi hutan ditemukan di Goa Leang PattaE (Sulawesi Selatan).
Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur dari zaman mesolitikum yang ditemukan di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera. Hal ini diteliti oleh Dr. P. V. van Stein Callenfels pada tahun 1925 dan menurut penelitian yang dilakukannya, kehidupan manusia pada saat itu bergantung dari hasil menangkap siput dan kerang karena ditemukan sampah kedua hewan tersebut setinggi 7 meter. Sampah dengan ketinggian tersebut kemungkinan telah mengalami proses pembentukan cukup lama, yaitu mencapai ratusan bahkan ribuan tahun.
Di antara tumpukan sampah tersebut juga ditemukan batu penggiling beserta landasannya (pipisan) yang digunakan untuk menghaluskan cat merah. Cat tersebut diperkirakan digunakan dalam acara keagamaan atau ilmu sihir. Di tempat itu juga ditemukan banyak benda-benda kebudayaan seperti kapak genggam yang disebut pebble atau kapak genggam Sumatera (Sumeteralith) sesuai dengan tempat penemuannya. Kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah dua dan teksturnya masih kasar. Kapak lain yang ditemukan pada zaman ini adalah bache courte (kapak pendek) yang berbentuk setengah lingkaran seperti kapak genggam atau chopper. Berdasaran pecahan tengkorak dan gigi yang ditemukan pada Kjokkenmoddinger, diperkirakan bahwa manusia yang hidup pada zaman mesolitikum adalah bangsa Papua Melanesoide.(nenek moyang suku Irian dan Melanesoid).
1. Telah bertempat tinggal menetap dan mempunyai kemampuan untuk bercocok tanam.
2. Alat-alatnya terbuat dari batu yang sudah diasah halus, misalnya kapak lonjong dengan kapak persegi dan telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.
Alat – alat zaman batu muda sudah menunjukan penguasaan teknologi dan kreativitas pembuatnya sehingga alat – alat yang diciptakan sudah diasah makin halus.banyak ragam ataum juga bentuk dan kegunaannya,nilai seni keindahan sudah mereka kenal. Hasil kebudayaannya berupa kapak persegi, Kapak lonjong, Kapak bahu hanya di Minahasa,kemudian cangkul, beliung, dan tarah.
Selain itu juga diciptakan alat untuk upacara seperti kapak yang dibuat indah, batu akik gelang – gelang, perhiasan, dan tembikar. Manusia pendukung kebudayaan ini adalah ras Proto Melayu.
Salah satu budaya yang menonjol pada periode ini adalah beliung persegi. Kapak persegi ini bentuknya hampir seperti pacul, namun tidaklah selebar dan sebesar pacul zaman sekarang. Kapak ini dipergunakan untuk menerjakan kayu, misalnya pada waktu membuat rumah atau perahu Teknologi yang dipakai adalah dangan mengupam seluruh bagian hingga halus terkecuali bagian pangkal yang digunakan sebagai ikatan tangkai. Tajamannya diperoleh dengan mengasa bagian ujung permuka bawah landai, ke arah pinggir ujung permukaan atas. Dengan begitu, hasil tajamannya akan miring, dangan ukuran antara 4 cm hingga 25 cm. bahan batuan yang dipakai adalah kalsedon, agak, dan jespin. Beliung-beliung persegi itu telah dibuat sendiri di beberapa tempat yang daerahnya menyediakan bahan mentahan. Dari teknologi ini, diperoleh beragam variasi beliung persegi. Misalnya beliung yaitu beliung berpunggung tinggi berasal dari batuan setengah permata. berpunggung tinggi berasal dari batuan setengah permata. Ada beliung bahu di kalumpang yang diupam hanya pada bagian permukaan tajaman, dan beliung tangga (ditemkan di sulawesi dimana bagian pangkal pada permukaan atas alat dibuat lebih rendah seolang seperti tangga turun setingkat), beliung atap (terdapat di Jawa Timur, Bali dan Maluku, berbentuk trapezium). Di Kalumpang ditemukan beragam beliung persegi yang terupang halus. Daerah penyebarannya meliputi Jawa,Bali, Sumatra, dan Kalimantan Barat.
Kapak Lonjong
Hasil budaya lain dari masyarakat pertanian untuk dianalisis teknologi pembuatannya adalah kapak lonjong. Spesifikasi alat ini adalah pangkalnya agak runcing dan melebar pada bagian tajamnya. Pada bagian tajamnya diasah dari dua arah hingga menghasilkan bentuktajaman yang simetris atau setangkup. Bahan yang biasa dipakai adalah batu kali. Teknologi pembuatannya antara lain dengan teknik pukulan beruntun, yaitu dengan menyerpih segumpal batu ataulangsung mengambil dari kerakalyang sesuai dengan keinginan calon pemakainya. Selanjutnya permukaan batu diratakan dengan teknik pemukulan beruntun, baru kemudian diupam hingga halus. Mata kapak biasanya dipasang vertical dengan cara memasukkan bendanya langsung pada lubang yang dibuat di ujung tangkai. Cara yang lain adalah memasukkan mata kapak pada gagang tambahan lalu diikan menyiku pada gagang pokoknya. Bahan yang digunakan ialah batu kali yang berwarna kehitaman. Kapak lonjong banyak ditemukan di Sulawesi, flores, maluku, dan Irian Jaya
Anak Panah
Peralatan lain yang digunakan manusia adalah mata panah yang berhasil ditemukan di Jawa Timur,dan sulawesi. Teknologi yang digunakan untuk membuata mata panah di Jawa Timur relative maju. Bagian ujung dan tajamannya diratakan dari dua arah, hingga menghasilkan tajaman yang bergerigi dan tajam. Bentuknya segitiga dengan basisi bersayap dan cekung. Namun, ada yang cembung dan tidak bersayap, dengan rata-rata berukuran 3 sampai 6cm, lebar basis 2 sampai 3cm, tebalnya 1cm. bahan yang digunakan adalah batu gamping.
Mata panah dari Sulawesi dibuat dari kepinga batu kalsedon dan kuarsa. Cara pembuatannya tidak serimit anak panah Jawa Timur, karena hanya memfokuskan pada bagian tajamnya saja. Tajaman mata panah Sulawesi cenderung lebih banyak bergerigi. Ada pula mata panah dan mata tombak yang diumpam seperti yang ditemukan di Kalumpang. Peralatan dari daerah ini berasal dari batu sabak dan mata panahnya berbasis cekung, bersayap dan bertangkai. Ada dua tempat penemuan anak panah yang penting adalah Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
Tembikar(Gerabah)
Pada tahap bermukim dan berladang manusia sudah mengenal gerabah sebagai peralatan hidup. Namun cara atau teknik pembuatan gerabah pada masa bercocok tanam tingkat awal saat itu masih sangat sederhana. Pembutan gerabah pada masa itu dikerjakan dengan tangan. Sedangkan penggunaan roda olandasan yang berputar (pelarikan)belum banyak bukti-bukti yang mendukung penggunaan alat tersbut pada masa itu.
Perhiasan
Dalam masa bercocok tanam tingkat awal, perhiasan berupa gelang dari batu, dan kerang sudah dikenal. Untuk membuat gelang ini, maka pertama-tama bahan batu dipukul-pukul sehingga diperoleh bentuk-bentuk yang bulat gepeng. Dengan jalan menggosok dan mengasah maka diperoleh gelang yang dikehendaki. Bahan gelang itu terdiri atas batu pilihan seperti batu agat, kalsedon, dan yesper yang berwarna putih, kuning, cokelat, merah, dan hijau. Selain gelang itu dari batu juga ditemukan kalung dari batu akik. Perhiasan-perhiasan seperti itu pada umumnya ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Diposting oleh
Dwi Wuri Mud'mainah
di
21.10
0
komentar
Label: Educations
I ♥ musik ♪ ♫ I ♥ photograph I ♥ my mom I ♥ my father I ♥ my brother I ♥ my ister And I ♥ myself
